Bersatu Kita TeguhBersatu kita teguh
Bercerai kita runtuh
Bersatu kita teguh
Bercerai kita runtuh
Ketika taman kita berbunga
Suara miring tetangga
Mencoba membuat luka
Ketika padi kita menguning
Bla Bla BlaMulut manis kau jadikan modal bicaramu (cuap cuap)
Belagak still yakin dengan muka yang tak berdosa eh
Kibul orang pikir benar adanya
Sayang cuma isap-isap jempol belaka
Uh ya ya penjual mimpi sering obral janji (obral janji)
Uh ya ya penjual mimpi suka ingkar janji (ingkar janji)
Yeah
Bla bla bla bohong
Catatan Cinta.Ada dia dan dia (ada dia dan dia)
Setelah dia (setelah dia)
Ada dia dan dia (ada dia dan dia)
Setelah dia (setelah dia)
Kubuka lemari angan
Untuk menemukan masa lalu
Tergambar jelas terlintas
Tersimpan rapi di sudut hati
Damailah SurgaSelamat datang teman-teman
Selamat datang teman-teman
Apa kabarmu
Apa kabarmu
Semoga sehat-sehat selalu
Sekian lama kita tak berjumpa
Inginlah rasanya tertawa bersama
Sekian lama rindu menyapa
Dirgahayu IndonesiaDirgahayu Indonesia (Indonesia)
Dirgahayu Indonesia (Indonesia)
Kibar bendera jiwa merdeka uye
Dirgahayu negeri tercinta
Takkan lekang ditelan masa
Cinta masih berkembang ugh di dalam dada
Merah Putih masih berkibar di tiang jiwa
Kita slalu nyanyikan Indonesia Raya
Gembira Adalah ObatYo yo hu hu
Gembira adalah obat
Yang tak ada di jual di toko obat
Iri dengki bagaikan racun
Seringkali halangi kebahagiaan uh
Sudah sewajarnya
Manusia takkan terhindar dari rasa
Suka dan duka senang dan sedih
Gue Fallin In LoveGue fallin in love
Gue fallin in love
Kagak tau dari mana judulnya
Tiba-tiba doi menarik perhatian
Simpatiknya yang kaga ketulungan
Hingga dibuatnya gua mabuk kepayang
Alamak dag dig dug dag dig dug
Jantung rasanya copot
GuruGuru kencing berdiri
Murid kencing berlari
Guru kencing berdiri
Murid kencing berlari
Aw aw aw
Mereka bukan malaikat
Yang tanpa cacat
Mereka manusia biasa
Hanya UntukmuBegitu besar cintaku padamu
Hingga lupa dengan kisah cinta yang lain
Semoga kamu kan mengerti
Raga kadang puisi tak berarti lagi
Waktu kewaktu terlewati
Tak hiraukan penghalang yang datang menghadang
Kendala silih berganti
Ah ku tak perduli wo wo wo
Jangan Ambil CintakuYeah
Bisikan angin malam menghantar khayal
Melayang-layang berteman gitar tua
Engkau makin dekat di jantung kalbu
Puluhan purnama tlah menemani kita
Angin jangan ambil cintaku
Malam kuatkanlah imanku
Angin jangan ambil cintaku
Kamu SexySaat berpapasan denganmu
Tak bisa ku perpaling
Untuk menghindar
Rasanya sayang
Kalau kulewatkan
Kesempatan itu
Daya tarik yang kau punya
Membuatku harus menatapmu
Kutuliskan SajakKu tuliskan sajak bagi langit
Yang tak pernah tidur
Yang suatu kali membayangkan
Sebuah ranjang bantal-bantal
Guling dan kasur
Selimut panjang
Serta dengkur yang teratur
Ku tuliskan sajak
LAPENJi ro ji ro lu pat
Ayo bernyanyi menghibur hati
Sebelum besok dilarang
Diharamkan kita nggak boleh bernyanyi
Ayo menari mengolah diri
Sebelum besok dilarang
Diharamkan kita nggak boleh menari
Bernyanyi asal nggak mengganggu tetangga eugh
Lukisan CintaMerah kuning hijau biru
Putih serta lainnya
Berdampingan lahirkan
Harmoni
Menyatu dalam bingkai
Ungkapan nurani
Menghadirkan keindahan
Lukisakan jiwa kita
Masih Ada Pintu TerbukaMerenungkan kata-kata nan bijak
Di dalam gejolak jiwa mengkhayal
Hati kecil diam di sudut harap
Kenyataan di depan mata
Kumpulan mimpi-mimpi mengejar matahari
Di jalan berliku searah persimpangan
Penunggu rembulan sajikan purnama
Kuurai kesabaran diri
Nana Sajalahterbayang..
Mimpi semalam..
Ku temukan syair..
Melayang di awang angan
Ingin ku rajut menjadi lagu..
Mentari pagi.
Menemani burung bernyanyi...
Siang menjelang Syair menghilang
Nikmati HariEsok hari berganti lagi
Waktu bertambah kita takkan pernah tau
Apa yang akan terjadi
Saat ini hari ini
Sebaik bisa aku nikmati
Melepas harap tentang janji
Melangkah pasti ikut irama hati
Karna tak mungkin terulang kembali
Pada Malam ItuMerintihlah perlahan saja
Tapi jangan sehabis rasa
Agar tak pernah bosan
Aku dengar pertanyaan-pertanyaan itu
Agar tak jemu aku mendaki
Keheningan yang menjelma dari nafasmu
Euh yang tersengal itu uh
Mendesahlah sesekali
PolitikTak ada yang mau disalahkan
Semua merasa yang paling benar
Sudah sangat langka figur gentlemen
Makin marak figur yang cemen
Ya ya ya main akal-akalan
Ya ya ya saling lipat-lipatan
Ya ya ya telikung kanan telikung kiri
Ya ya ya selalu cari kambing hitam
Republik SulapAku lahir di negeri sulap (negeri sulap)
Aku besar di republik sulap (republik sulap)
Negerinya pakar pesulap, suka menyulap apa saja
Dari gak ada hingga di ada-ada, dari yang ada hingga tiada
Bim salabim, bim salabim, abrakadabra, nggedebuzzz
Bim salabim, bim salabim, abrakadabra
Sebatang RokokEngkau teman paling setia
Diam-diam nyala tak berbicara
Terasa hampa tanpa dirimu
Hari-hari ku cium wangimu
Wo oh oh oh aku sayang kamu
Wo oh oh oh teman setiaku
Asap putih melayang layang layang
Berhembus dari mulut mulut yang hitam
Si LiarNyanyian satwa liar mengalun sepi
Terusik polusi dan topan modernisasi
Sesaknya nafas kita melengkapi sudah
Tumbangnya pohon tumbuhnya beton
Bersamaan
Nyanyian ikan di kaca kecil
Bersamaan
Kicau burung di balik jeruji
Wake UpHei ojo turu wae
Yoman
Ayo ayo berdiri
Percuma ribut sendiri
Ayo ayo berdiri
Bangsa lain sudah beraksi
Ayo ayo berdiri
Bangkit jangan tidur lagi